Renunglah !
Ditulis oleh indra1082 di/pada 15,April 2008
Renunglah selalu perjalanan hati
Renunglah selalu hati kita
Karena ia merupakan sumber kebaikan dan kejahatan
Wadah kekhufuran dan keimanan
Rebutan diantara Malaikat dan Syetan
Hati perasaannya halus
Sentuhannya tidak terasa
Tapi sangat memberi kesan didalam kehidupan kita
Siapa yang arif perjalanan hatinya
Paham kebaikan dan kejahatannya
Bersungguh bermujahadah membuang kejahatannya
Diganti segera dengan kebaikan
Orang itu akan selamat dari tipu daya Syetan dan dunia
Ramai orang tidak paham perjalanan hatinya sekalipun ulama
Terima saja yang baik dan buruknya
Kemudian merasakan baik semuanya tiada terasa lagi membuat dosa
Disinilah perlu pimpinan
Guru yang mengenal hati manusia
ctt: dari buku “Mengenal diri” karya “Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad Attamimi”












15,April 2008 pada 1:03 pm
bingung ngomentarinya…mending aku baca aja dan merenungkannya
15,April 2008 pada 2:01 pm
langsung merenung di kamar mandi *maap lagi kebelet juga*
15,April 2008 pada 3:33 pm
Ada satu yang tidak pernah salah … yaitu hati nurani, benar katanya itu lah kebenaran [merenung bersama]
15,April 2008 pada 3:57 pm
Aslkm.
yuk merenung……….selesai
salam kenal, thanks visit to my blog.
sy link yah
15,April 2008 pada 4:10 pm
hati adalah cahaya,.. biarkan dunia ini terang dengan cahaya hati kita yang bersih
15,April 2008 pada 5:15 pm
ntar yak, merenung dulu negh.. !!
15,April 2008 pada 6:51 pm
minjem bukunya donk mas..
15,April 2008 pada 8:55 pm
sampai segitunya, merenung teruusss..biar cepat tua
15,April 2008 pada 10:51 pm
Merenung…
16,April 2008 pada 6:35 am
@sampah digital
mari kita merenung…yang ikhlas tapi…
@Iphan
itu mah bengong bukan merenung, hehehe
@Rindu
Aku selalu menyukai kata-kata ade…
@Olangbiaca
Silahkan bila berkenan
@Alle
Amin.. semoga punya hati yang bersih…
@Okta
ok bro…
@Ridu
Mampir aja keperpustakaanku..
@Medan
Merenung bukan menjadikan kita tua bro… tapi menjadikan kita dewasa
@Adit
merenung kok nyengir….
16,April 2008 pada 9:52 am
ada saatnya kita mesti sepi…
ada saatnya kita butuh sunyi…
ada saatnya kita mesti sendiri..
salam kenal…
16,April 2008 pada 3:52 pm
betul..
kita memerlukan pimpinan yang mengenal dan mengerti hati manusia..
coblos nomer…
nomer..
nomer brapa yah??
16,April 2008 pada 10:48 pm
Merenung…
17,April 2008 pada 6:24 am
@Ick
Terima kasih sudah berkunjung… salam kenal juga…
@ORiDo
No berapa??? terserah sesuai hatin nurani..
@Dwihandyn
Jangan bablas tidur ya..hehehehe
17,April 2008 pada 2:27 pm
Orang itu akan selamat dari tipu daya Syetan . .
ya . . sementara banyak lain mengkambing hitamkan syetan . . . . , tambah hitam ga tuh syetan . .
17,April 2008 pada 7:19 pm
Aku ingin, tapi aku telah putus asa.
18,April 2008 pada 7:04 am
orang bilang sih biar ’selamet’ maka ikutilah kata hati. tapi yang jadi masalah, kita kadang sulit membedakan mana yang kata hati, kata setan atau yang kadang kalah sama emosi…
19,April 2008 pada 10:12 am
bengong 5 menit merenungkannya…
ga perlu dikomentari, cukup dipahami aja.
20,April 2008 pada 11:15 pm
tapi merenung dalam keadaan yang positif ya, jangan ngelamun lo….
merenung ciptaan Allah juga Ibadah (tafakkur),
slm,
21,April 2008 pada 4:16 am
pas banget…beberapa hari ini aku juga lagi merenung, hehehe
21,April 2008 pada 8:55 am
Ayo semangat untuk kembali menghidupkan hati nurani
21,April 2008 pada 12:28 pm
subhanallah
bagus bgt
24,April 2008 pada 8:40 pm
Postingan yang bagus..
Harus sering2 merenung nih.. biar hati kita senantiasa bersih..
25,April 2008 pada 9:46 am
Kemana aja? gak nulis lagi yah ….
7,Mei 2008 pada 5:29 am
boleh juga…
salam kenal…
tukeran link dong?