Sudah puluhan lebaran (Idul Fitri) kita lewati, sebanyak bilangan Ramadhan yang kita alami. Sering lebaran kita jadikan tonggak-tonggak penting dalam kehidupan kita. Setiap tahun lebaran datang menjenguk kita, membawa kisah suka dan duka. Kenanglah lebaran-lebaran yang lalu.
Bukankah pernah lebaran datang kepada kita dirundung malang, diliputi penderitaan, dan diuji dengan berbagai kepedihan ?. Bukankah pernah juga lebaran datang ketika kita memperoleh keberuntungan, dipenuhi kebahagiaan, dan dimanja dengan berbagai kenikmatan?. Suka dan duka datang silih berganti
Tapi ada satu hal yang tidak pernah berubah setiap kali lebaran datang, ada saja diantara sanak saudara, karib-kerabat, orang tua, sahabat kita yang tidak berlebaran bersama kita. Mereka tidak ikut mempersiapkan Idul Fitri. Mereka tidak ikut menggemakan takbir. Mereka tidak ikut ke tanah lapang. Tidak dapat kita lihat wajah mereka yang ceria, . Tidak bisa kita ulurkan tangan memohon maaf kepada mereka. Tidak sanggup kita bahagiaakan mereka dengan bingkisan panganan atau pakaian. Mereka sudah mendahului kita ke alam baka. Mereka telah lebih dahulu ”mudik” ke kampung yang abadi. Pada hari yang penuh berkah ini, marilah kita kenang mereka, marilah kita bacakan doa yang tulus buat orang-orang yang kita kasihi, yang hari ini tidak berada di samping kita.
Ya Allah, masukkanlah kebahagiaan kepada para penghuni kubur.
YA Roob kami kasih sayangMu dan ilmu Mu meliputi segala sesuatu. Ampunilah orang-orang yang kembali dan mengikuti jalanMu dan jauhkan mereka dari siksa api neraka. Ya Roob kami masukkanlah mereka ke Syurga ’Adn yang telah Kau janjikan kepada orang yang saleh diantara orant tua-orang tua mereka, istr-istri (suami-suami) mereka, dan keturunan mereka. Sesungguhnya Engkau Maha Mulia dan Maha Bijaksana.
Telah kita sampaikan doa buat mereka yang telah mendahului kita, buat mereka yang telah ”mudik” ke tempat asal mereka.Tahun ini mereka telah mennggalkan kita. Tahun depan boleh jadi kita memperoleh giliran meninggalkan karib-kerabat dan sahabat-sahabat kita. Hari ini kita menangisi mereka. Esok hari kita yang akan ditangisi orang. Setiap hari, maut mengepakkan sayapnya di atas kepala kita.







Astagfirullah.. Saya masih belum siap.. masih banyak dosa.. Astagfirullah..
kalo mudik yang satu itu butuh modal yang tidak sedikit.. gak cukup sejuta dua juta..
PRICELESS!
iyah yah udah 10 hari. ngak terasa
siapa2 mudik nih
tujuan jangka pendek kita adalah berbuat sebaik mungkin sebisa kita dimanapun kita berada dan pada saat apapun
tujuan jangka menengah adalah menjadikan indonesia yang penuh dengan orang-orang baik [orang bilang indonesia emas 2020]
tujuan jangka panjang kita adalah mudik menghadap Allah SWT dengan bekal yang cukup
semoga kita mudik menghadap Allah swt saat amal kita telah mencukupi
insya Allah
amin
iyaaahhh.. semoga saiia jugah bisa mudik menghadap ALLAH dengan bekal yang mencukupi.. *
Semoga kita bisa mempersiapkan bekal yang cukup…
kita memang harus lebih banyak mengingat kematian
yupp mesti dipersiapkan bgt
memang bekal utama adalah taqwa…salam kenal.
amien…smoga amal ibadah lu diterimaNya… *sok putih* wakakkkkkkk
Amien… semoga kita juga dapat menikmti indahnya Lebaran n Mudik bersama sanak saudara… karena semuanya diatur oleh Allah dan tiada yang tau akan khendaknya… Salam kenal… http://bagdemagus.wordpress.com
meng”amin”kan doanya…
iya yaa…”ada mudik keabadian ternyata..:)
ya rabb…mudahkan daku jika menuju rumahMu amiin..
Amiiiinn deh..
Amin untuk doanya…
Umm.. kayanya judul ma isinya ga sama deh.. Kirain ngomongin makanan *huehehehe*
mudik kesana …
ehm, smoga nanti suatu ketika saat saya dipanggil utk mudik..
saya sudah siap..
yah, dan kita semua sudah siap
lebaran kali ini, ayah sudah tidak ada.
semoga kita selalu ingat mati ya mas
mati belum siap takut….????
semoga happy ya nudik nya
aku ingin mati dalam keadaan sholat….amien….
banyak yang mengatakan ALI BELUM SIAP, atau bahkan yang berkata DOSAKU MASIH BANYAK, dan lain lain…
tapi sedikit sekali yang berkata
AKU HARUS BERUBAH LEBIH BAIK SEJAK DETIK INI UNTUK MEMPERSIAPKAN SEMUANYA.
“mudik” yang itu pasti, tapi entah kapan?. cari bekal dulu yang cukup biar selamat.
mudik ngango apa ??
aja klalen pas ning tanjung mampir ning jln cendrawasih 20
heheh.. warung sate ohio
mengingat kematian membuat kita semakin ingin terus “bertemu” Tuhan..
ah semoga amal ibadah kita diterima…
Tulisan yang indah …. saya akan menulis lanjutannay di blog saya, makasih udah ngingetin ya mas. yo, menyiapkan dairi untuk mudik