Tahukah apa yang terjadi pada perjalanan (mudik) akhir kita, pada hari kita pertama kali meninggalkan dunia. Inilah apa yang diceritakan hadits-hadits sahih kepada kita.
Pada hari terakhir anak Adam meninggalkan dunia, dan hari pertama ia berada di akhirat, hartanya, anak-anaknya, dan amalnya dihadapkan kepadanya. Mula-mula ia menengok ke arah hartanya seraya berkata, ”Demi Allah aku dahulu sangat rakus dan pelit ketika mengurus kamu. Sekarang apa yang engkau berikan kepadaku.” Hartanya menjawab,”Ambillah dariku kain kafanmu.” Kemudian ia menoleh ke arah anak-anaknya, ”Demi Allah, aku dahulu sangat mencintai kalian dan berusaha melindungi kalian. Sekarang Demi Allah dahulu aku enggan mendekatimu; kamu terasa berat sekali bagiku, Sekarang apa yang kau berikan padaku? Amalnya berkata,”Aku akan menjadi sahabatmu dalam kuburmu, dalam padang Mahsyar nanti, sampai engkau berhadapan dengan TuhanMu”.
Masih menurut riwayat yang sahih bila yang dijemput maut itu kekasih Allah, ia akan dijemput seseorang yang harumnya semerbak, yang wajahnya sangat indah, yang pakaiannya sangat bagus. Melihatnyasaja sudah membawa kebahagian. Ketika makhluk melihat yang mengerikan itu ditanya, ”Siapa anda?” ia menjawab,” saya amalmu yang saleh, saya akan mengantarmu dari dunia menuju surga.”
Bila yang meninggal itu orang yang berbuat maksiat, seseorang yang sangat buruk mukanya, sangat busuk baunya, duduk di sampingnya.Bila sesuatu yang menakutkan terjadi, ia menambah ketakutan itu. Bila si mayit melihat yang mengerikan, ia menambah kengeriannya. Mayit berkata,” Engkau betul-betul sahabat buruk.Siapa kamu sebenarnya?”Orang buruk itu berkata,”Apakah engkau tidak mengenalku?” ”Tidak” jawab mayit.”Aku adalah amalmu.Dahulu amalmu buruk karena itulah mukaku buruk.Dahulu amalmu busuk karena itulah bauku busuk.
Pada waktu ”mudik” yang sebenarnya nanti, siapa yang akan menjemput kita dan menemani kita sejak alam kubur sampai ke hadapan Allah nanti? Yang mana yang akan menyertai kita: orang yang berwajah indah dan menentramkan atau orang yang bermuka buruk dan menakutkan?
artikel ini juga ditulis di sini







masih malam mas
Selamat Mudik, … nah loh… kalau mudik yang ini belum siap saya
Napas pasti akan terhenti …. sudah siap belum kita? saya hanya bisa berdoa semoga dimudahkan pada saat sakaratul maut dan dimudikan pada saat kondisi iman yang terbaik.
Doa ini juga untuk mas Indra
jangan lupa oleh2 yah mas dari kampungnya..
*los pokus
untung tahun ini aku nggak mudik!
hmmm
saya blom siap
g tau bakalan kyk gmn muka saya nanti pas mudik
oOo..
mudik yang itu…
siap kah aku?? *lemes…*
btw…
insyaAllah aku bakalan posting screensaver seputar mudik lebaran..
Aku ketemu siapa donk????
ayooo cari bekal buat MUDIK ke akhirat !!…….
wah…taun ini kyiknya gw gak mudik nih..hiks hiiks….secara nih udah tahun kelima di jogja..bakal menjadi pengalaman pertama tanpa keluarga..hiks hiks….
wahhh selamat mudik yah bro semoga sampai di tujuan dengan selamat
saya tunggu ketentuan kantor dulu
klo dah keluar baru siap2
aku ndak mudik nih, abis lebaran mudiknya
orang pandai adalah orang yang selalu ingat mati. brarti mas indra emang pandai
Kalau mudik yang satu ini, kaya’nya gak bakalan bawa oleh2 ya
Karena udah gak balik lagi.
hiiii… syerem (–”)
wah harus siapin perbekalan nih
Lagi ngumpulin bekal nich buat mudik…
mudik..siap gak siap harus boz…
hati2 kalo mudik, jaga badan, jaga teman, jaga orang disekitar kita,.. n semoga puasanya lancar,
@ Yella-chan:
Loh, ga mudik?
Ehm, dari Riyadus Solihin, bab 65: Mengingat kematian dan memperpendek angan-angan.
Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menepuk bahuku lalu bersabda:
“Jadilah engkau di dunia ini seolah-olah engkau itu orang gharib —orang yang berada di suatu negeri yang bukan negerinya sendiri— atau sebagai orang yang melalui jalan.”
Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma berkata: “Jikalau engkau bersore-sore, maka janganlah engkau menanti-nantikan waktu pagi dan jikalau engkau berpagi-pagi, janganlah engkau menanti-nantikan waktu sore – yakni untuk mengamalkan kebaikan itu hendaklah sesegera mungkin. Ambillah kesempatan sewaktu engkau berkeadaan sihat untuk mengejar kekurangan di waktu engkau sakit dan di waktu engkau masih hidup guna bekal kematianmu.” (Riwayat Bukhari)
Hadits nomor 571.
aku ntar dijemput siapa yaks?
hem….. (merenung mode on)….
“mengerikan sekaligus mengejutkan”
two thumbs up
ebert&roeper
Mudik mudik mudik mudik mudik mudik mudik =)
mari qta mudik =p
Kapan kamu mudik ???
owh,,mudik yang itu toh?
semoga kita termasuk yang didampingi oleh amal salih kelak.. amiiinn
hmm.. mudah-mudahan.. mudah-mudahan.
wah… ternyata “mudik” yg inu toh
mudik ke rumah abadi?
sudah siapkah kita?
mudik yang kesitu? siap nggak ya saya?
mau tukar link?
the real mudik ya ini..thx tulisannya mengingatkan mas, jarang2 orangnulis ttg ini.
Aku ingin dijemput orang yang berwajah indah.
Hmmm, kirain cerita tentang mudik lebaran…
Wah, bener.
Rasanya saya belum siap untuk mudik yg satu ini.
Ayo kita berdoa tiap wudhu.
Saat membasuh tangan kanan, mari berdoa supaya kita menerima rapot kita dengan tangan kanan.
Saat membasuh tangan kiri, mari berdoa supaya tangan kiri tidak digunakan untuk menerima rapot di akhirat nanti.
Hmmm…”KEMATIAN” satu kata penuh rasa huih….semoga Allah perkenankan kebahagiaan bagi kita semua
masih harus menyiapkan banyak bekal untuk mudik ke sana
numpang ya, mau ngucapin met idul fitri buat semua temen2 umat muslim, semoga damai selalu
*sorry agak telat
[...] Trendy, Masarif, Yari NK, Blogger Bugis, Masenshipz, Lutfi, Carra, Ika, Easy, Utaminingtia, Indra1082, Afwan auliar, Hakim, Nugraha, Tukang Obat Bersahaja, Cebong, Preme, aha, Ancha Cool, Bamperxii, [...]