m2s blog

Aku Adalah Aku dan Akan Tetap Menjadi AKu

Indonesia Kembali Kalah, Eropa berjaya

Ditulis oleh indra1082 di/pada 22,Mei 2008

Tim Nas Sepakbola Indonesia dalam Hal ini PSSI menelan kekalahan secara telak dari klub raksasa Jerman Bayern Munich 5-1, memang sih hanya friendly dan klub Muenchen hanya menampilkan tim lapis kedua, bahkan nama-nama yang tampil pun kurang dikenal oleh masyarakat Indonesia, hanya beberapa nama saja diantaranya Kiper gaek Oliver khan, van bommel, ze Roberto tetapi tetap saja Ponaryo Astaman dkk tidak mampu meladeni kekuatan Tim Eropa tersebut, Indonesia mampu sedikit bangkit dengan menyarangkan gol tunggal dan penghibur melalui Bambang Pamungkas. Memang dari segi kualitas Indonesia Kalah jauh dari FC Hollywood itu, tapi dari segi semangat patut diacungi jempol, terserah mau berapa jempol.

Dibelahan dunia lain, tepatnya di Moskow dua Klub Raksasa Eropa bertarung dalam rangka memperebutkan Tahta tertinggi klub Eropa dalam Final Liga Champion yaitu Red Devil Manchester United dan The Blues Chelsea, dan dimenangi oleh MU melalui drama adu pinalti. Setelah bermain imbang 1-1 hingga 120 menit, The Red Devils akhirnya merengkuh titel Juara Liga Champions . Cristiano Ronaldo dan Frank Lampard sama-sama menyumbangkan gol bagi timnya.

Bayern Muenchen dan Manchester United sama-sama Juara, sama-sama dari Eropa, beda pertandingan, beda lawan. Tapi disini bisa terlihat kualitas mereka, Bayern menang mudah dari TIM NAS dari Asia Tenggara INDONESIA, dan MU menang dengan susah payah melawan klub dari Eropa dan satu negara CHELSEA dan akhirnya dituntaskan dengan Adu pinalti. Walaupun banyak pepatah “Bola itu bundar” (kalo kotak susah nendangnya) tapi kualitas dan mental lah sesungguhnya menjadi peran kunci.

Bagaimana Mental Indonesia? dalam rangka Kebangkitan Nasional ternyata Indonesia belum sepenuhnya bangkit, Tim2 kita masih kalah dari negara lain, baik tim olah raga maupun tim lainnya..

Semoga dimasa yang akan datang Indonesia bisa lebih baik dari sekarang. Amin………..

Ditulis dalam Berita, Catatanku | yang berkaitan: , , , | 59 Komentar »

Kebangkitan Nasional, apa tujuannya?

Ditulis oleh indra1082 di/pada 21,Mei 2008

Selasa 20 Mei 2008 kemarin 20 orang dari kantor kami termasuk saya mengikuti gerak jalan tepatnya jalan santai yang diadakan oleh ESQ bersama FKA (Forum Komunikasi Alumni)nya dalam rangka memperingati 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional dengan tema “Refleksi 100th Kebangkitan Nasional Menuju Indonesia Emas 2020″. Start dilakukan dari Menara 165 gedung Elnusa Dihadiri sekitar 5000 peserta mungkin lebih, karena saat barisan pertama sampai pada garis finish masih ada peserta yang baru datang. Berbarengan dengan itu di Senayan tepatnya di gelora Bung Karno sedang diadakan  acara yang sama memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional yang dihadiri oleh SBY dan acara berlangsung hingga malam hari.

Tujuan awal gerak jalan ini dan acara di Senayan yang pertama jelas memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional yang merujuk pada tanggal berdirinya BO (Boedhi Oetomo) 20 Mei 1908, yang bertujuan memersatukan bangsa Indonesia dari keterpurukan dan penjajahan. Diera sekarangpun Indonesia sedang terpuruk Indonesia dianggap sebagai bangsa yang sangat buruk dan selalu dianggap bodoh dan tidak bermartabat oleh bangsa lain dan dijajah walupun tidak secara langsung serta mengalami ancaman seperti infiltrasi, subversi dan intervensi dari kekuatan kolonialisme dan imperialisme serta invasi dari Luar negeri walaupun bukan dengan perang angkat senjata. Tapi dari segi lain , ekonomi, sosial, budaya, dan sebagainya. Apa tujuan sebenarnya dari Kebangkitan Nasional ini? Kata Pemerintah adalah “Menuju Indonesia Yang lebih maju” realitanya?? Maju dibidang apa? Yang kita dengar sekarang adalah hampir semua aspek mengalami kemunduran, bukan kemajuan. Lalu siapa yang disalahkan? Pemerrintahkah, rakyatkah?. Justru di sela peringatan ini rakyat Indonesia dibuat kebat-kebit dengan kebijakan kenaikan harga BBM awal Juni nanti, apakah itu awal dari Kebangkitan Nasional?.

Sanggupkah Indonesia bangkit? atau makin terpuruk, dan apakah Indonesia dapat menuju era keemasan seperti yang diperjuangkan oleh ESQ dengan slogan “menuju Indonesia Emas 2020″ bisa tercapai? semoga. Perubahan bukan dari siapa-siapa, tapi perubahan harus diawali dari sendiri, berusaha berubah menjadi lebih baik, menuju kearah yang lebih maju.

Ditulis dalam Baca ini, Berita, Catatanku, Renungan | yang berkaitan: , , | 42 Komentar »

Selebrasi

Ditulis oleh indra1082 di/pada 12,Februari 2008

Seminggu lebih sudah istriku sakit tanpa bisa aku berbuat banyak. Dikarenakan aku yang sok sibuk atau memang terhalang cuaca buruk, akhirnya.. pada jum’at kemarin aku paksakan istriku untuk memeriksakan diri, hasilnya setelah cek sana cek sini, kata bidannya (sengaja aku periksa kebidan sekalian cek perut hehehehe): “Pusing, mual, wajar. darah normal, perut kayaknya berisi (nasi, lauk dsb). Coba dites ya.. tapi kebetulan TesPack nya habis (GUBRAK!!!). Tes sendiri aja dirumah, ini obat untuk..bla…bla…bla… dst…”.

sesampainya dirumah istriku berpesan.. “Mas jangan lupa beli TesPack ya…”. “Sip…” jawab ku sambil ngacir bersama si demplon Jupie…

Sabtu pagi..aku masih terlelap terbawa mimpi, dan tiba-tiba…

“Mas…..!!!!!!!! coba lihat!!!!” teriak istriku sambil menunjukkan sesuatu alat yang aku beli kemarin..

bergaris 2 dan tandanya Positif!!! Yes!!!! Akhirnya istriku mengandung… kata bidannya sudah satu bulan…. Alhamdulillah Ya Allah…

Teman-teman doain ya… semoga selamat sampai tujuan…..

Ditulis dalam Aku, Berita, Catatanku | yang berkaitan: , , | 40 Komentar »

Istriku sakit (lagi)

Ditulis oleh indra1082 di/pada 5,Februari 2008

Malam minggu kemarin aku batal kopdar bareng MBC yang rencananya akan gabung dengan GARS pasar minggu untuk mendaftar anggota IMI, tapi dikarenakan istriku sakit lagi dengan sangat terpaksa aku minta ijin untuk tidak ikut kopdar kali ini. Kenapa Istriku sakit lagi?, begini ceritanya….

Kamis, 31 januari 2008 kemarin istriku mendapat panggilan kerja di daerah Jatinegara kaum, hari pertama katanya biasa-biasa saja, belum ada yang istimewa. Hanya harus bangun lebih cepat dari biasanya agar bisa berangkat lebih awal dan tidak terlambat karena terjebak macet, Hari kedua  Alhamdulillah tantenya mengajak berangkat bareng menggunakan sepeda motor, jadi bisa lebih awal lagi sampai tujuan. Tapi sayangnya pada saat pulang dikarenakan hujan terus menerus turun dari pagi istrikupun terjebak hujan dikemacetan pula..walhasil pulang dalam keadaan basah kuyup karena tidak ada persiapan jas hujan pula. Akhirnya seperti yang aku khawatirkan istrikupun kembali sakit. Awalnya hanya flu biasa, tapi merembet pada sakit kepala yang memang awalnya punya sedikit hipertensi. Dan sedihnya sampai PAGI HARI ini kutinggalkan istriku untuk bekerja, dia masih lemas ditempat tidur dengan keluhan sakit kepala, mual, dan badan terasa sakit semua (mudah-mudahan ngisi hehehehe).

Kembali ke MBC, setelah aku telepon salah satu rekanku di MBC, akhirnya aku bisa tenang menunggui istriku dirumah.. Tanpa diduga dan disangka..aku mendapat sebuah sms dari anak MBC, begini : “ndra kita gak jd kopdar bareng gars, cos kita belum konfirmasi, ank2 pd pngen krmh lo, njenguk bini lo sekalian nonton tayangan HITS yg waktu itu MBC dateng.OK?”.

Dan akhirnya MBC kopdar dirumahku walaupun hanya dengan nonton TV dan acaranya pun biasa saja, tapi yang lebih special bukan menonton acaranya tapi sibuk dan rame mencari-cari gambar kita sendiri di televisi (Norak Banget Y) .

“Istriku..cepet sembuh ya sayang…tenangin diri dan fikiran… jangan lupa mam dan minum obat… mamas sayang ayang……… Luv u…” sms ku padanya.

Ditulis dalam Aku, Catatanku | yang berkaitan: , | 9 Komentar »

Ototku tersiksa batin

Ditulis oleh indra1082 di/pada 21,Januari 2008

Kamis, 17 Januari 2007

Aku tugas dikampus II dan III yang lebih dikenal dengan sebutan Supercamp dan TC nassa sama2 satu induk di Lembaga Pendidikan Nasional I, disana aku bertugas sebagai instruktur outbond dan humas…jadi ya menurut aku sih repot, ribet n memakan tenaga, pulang sore sekitar jam setengah 5 dan belum istirahat cukup aku harus segera meluncur kekampus dan sampai dirumah kembali pada pukul 10 malam menyisakan lelah dan penat

Jum’at, 18 Januari 2008

Aku ditugasi BOS pergi keliling bekasi, maksudnya…… 3 tempat harus aku datangi hari ini juga…pertama: ke SMAN 3 Bekasi menyerahkan sesuatu (entah apa itu) karena kita satu rayon, kedua: segera meluncur ke kantor Pajak Bekasi selatan yang letaknya di sebelah Hotel sentosa bekasi atau depan Carrefour bekasi untuk mengambil surat NPWP, anda yang pernah kesana pasti sudah mengetahui apa kendala disana? Yup :Antri . Ketiga: aku langsung tancap gas ke Dinas Pendidikan Bekasi. Mungkin tidak seberapa jauh atau melelahkan untuk dibayangkan, tetapi yang membuat saya jenuh, capek, dongkol,dan bikin stress adalah betapa panasnya perjalanan (maklum nyemplak sidemplon Jupie Z ku yang setia), dan di beberapa titik ada kampanye Calon Kepala daerah yang walaupun tidak banyak tapi cukup membuat macet dan semrawut, selain itu juga diburu2 waktu menjelang sholat Jumat.

Sabtu, 19 Januari 2007

Sebenarnya hari ini aku kebagian libur alias tidak piket, tapi karena banyaknya tugas jadi aku masuk aja…So What gitu loch….namanya kerja….. Bukan masalah kerjanya..tapi pegelnya ini, dari pagi sampai sore duduk didepan komputer untuk input data buku baru dan cari artikel buat mading perpustakaan yang harus detlain hari senin besok. Buat aku mending jalan2 dari pada duduk seharian, cuma istirahat sholat dan pipis thok… malam dan kembali sore harinya aku meluncur kekampus disambung lagi dengan kegiatan rutin KOPDAT bareng MBC sampai malam dan tiba dirumah sekitar setengah satu pagi..

Minggu, 20 Januari 2008

Bro…sekedar informasi, My bokap lagi ngebangun gubug rumah buat neduh… itung2 nyari pahala sama ortu aku ikut membantu. mungkin para blogger tau tukang kuli bangunan? yap..para pekerja yang modal utamanya adalah full tenaga, dibawah terik matahari , dibawah guyuran hujan meraka tidak menyerah demi kelangsungan panci ngebul mereka.. Ceritanya begini: bokap pesen batako 400buah, biasanya diangkut dengan gerobak dan bisa dibawa oleh 2 orang, berhubung gerobak rusak, maka alternatifnya menggunakan Lori (aku gak tau nama aslinya) sejenis gerobak kecil sekali beroda satu didepan menyerupai bajaj, dan dibelakangnya menggunakan penahan besi, dan hanya bisa dibawa oleh satu orang, yang sudah pernah liat bisa membayangkan betapa repotnya, kuangkut lah bolak-balik batako tersebut dan selesai sekitar jam setengah 5 sore.

apa yang terjadi??Punggung terasa berpunuk (pegel n tebel bro), telapak tangan kaku dan terasa tebal serta kasar, kaki lunglai dan badanpun terkapar….

Alhamdulillah ya Allah, aku ditakdirkan masih beruntung dibandingkan para pejuang bangunan itu, ini hanya sehari karena aku libur, seandainya ini terjadi tiap hari, aku gak bisa membayangkan…dan pasti otot ku pada berteriak minta tolong….

Bagiku ini belum seberapa…lelah ini hanya sebagai sebutir pasir dipantai, kelelahan ini hanya setetes air ditengah samudra, tidak berarti dibandingkan para pejuang kuli kasar itu, atau dibandingkan dengan perjuangan sahabatku cewek terkuat yang pernah aku temui, yang sampai saat ini tetap berjuang dengan penyakitnya dan aku tetap rutin untuk mengunjungi diary nya walaupun hanya sesaat. Sobat..doaku selalu menyertaimu.

Ditulis dalam Catatanku | yang berkaitan: | 3 Komentar »

Mau Kemana?

Ditulis oleh indra1082 di/pada 14,Januari 2008

Ketika kecil kita sering bertanya pada diri sendiri, buat apa  sekolah, buat apa menuntut ilmu?. “Biar pintar, biar bisa cari kerja, biar bisa menghadapi hidup” kata ortu kita.

Ketika kita remaja kita sering bertanya kenapa kita harus berbuat baik, kenapa harus beramal sholeh?. “Biar dapat pahala, biar masuk surga “Kata Ortu kita”.

Ketika kita dewasa dan mempunyai kesempatan menikah kita bertanya pada hati kita, buat apa menikah? apa manfaatnya, mau dikemanakan arah keluarga kita??. “Untuk menyambung keturunan, di sunahkan oleh Rasul bahkan terkesan wajib. Biar hidup menjadi lebih berarti dan sempurna. Itu jawabannya.

Ketika kita tua, renta dan tak berdaya, munculkah pertanyaan itu? atau mungkin muncul sebuah pertanyaan baru. “Mau apa lagi kita?, dibawa kemanakah hidup kita, apa lagi yang harus kita lakukan??. Menunggu mati, menuju akhirat, menunggu keputusan surga atau neraka??. Tapi mau apa disana, samakah kehidupan disana dengan didunia ini?? lalu apa yang akan kita lakukan disana. Kita lahir telanjang dan bersih serta suci, kembali pun harus dalam telanjang dan bersih, suci lahir dan didalam batin(kata Ebiet G ade). Apakah bisa??? Wahai kawan, adakah yang bisa menjawab, mau kemanakah hidup kita? atau ada yang berbesar hati dan berlapang dada menengok akhirat dengan ongkos sendiri lalu kembali kesini untuk menceritakan kejadian dan kehidupan disana?

Ditulis dalam Catatanku, Cerita | yang berkaitan: , | 22 Komentar »

Dunia Sempit?

Ditulis oleh indra1082 di/pada 27,Desember 2007

Menurut aku sih ini postingan gak bermutu, tapi sebagai pengalaman hidup n biar ga kosong-kosong amat serta dengan ketulusan hati ingin menulis maka…..

Mungkin falsafah itu benar adanya, bukan hanya didunia mailist atau dunia web atau dunia lain maya. Tapi didunia nyata pun memang hal itu bisa benar-benar terjadi, mungkin kalau aku tidak mengalaminya sendiri maka sampai saat ini aku tidak mengerti arti falsafah tersebut. Sebetulnya sudah lama aku ingin mempostingnya..tapi ya teman2 blogger tau aku sibuk sekali selalu dirusuhi sama cerita2 M, jadi baru sekarang terfikirkan kembali olehku.

Diawali dengan kisah pertama yang membuatku sedikit takjub, ketika aku baru lulus SMA (STM red), aku mengikuti ortuku ke daerah Pondok Gede (tempat bermainku kala kecil), menjelang setahun lebih seketika aku kangen dengan temanku Anton cs aku waktu di STM, maka dengan semangat aku mencari buku telp ku, setelah ketemu tanpa ba bi bu aku langsung lari ke wartel (waktu itu belum beli HP). Setelah ku telepon aku sedikit kecewa karena kata ortunya si Anton berada diJakarta tapi tidak pasti tempatnya dimana, aku hanya diberi no.HP dia. Maka kutelpon lah si Anton, KETEMU! ternyata subhanallah (sok Kaget!) dia ada di Bekasi dan jaraknya tidak begitu jauh dari home ku deket terminal bekasi (Pondok gede-terminal Bekasi kalau jalan lumayan pegel sih hehehehe). Dan sampai sekarang aku masih kontek2an n saling berkunjung…

Lalu diteruskan dengan kisah kedua, aku sudah deket2 merit (cie dah dewasa) Ibuku tiba2 kepingin makan yang namanya martabak, ya namanya pengen nyenengin ortu apalagi Ibu, aku segera menstater motorku tapi ya yg namanya anak muda jiwa on the road nya timbul (apa sih maksudnya) aku tidak langsung menuju ketukang martabak tapi keliling2 dunia… walah kejauhan, walau akhirnya mentok-mentok ketukang martabak deket rumahku juga. Setelah sampai dan aku pesan tanpa sengaja aku memperhatikan sang Abang tukang martabak, wajahnya sepertinya sudah tidak asing buatku, iseng-iseng aku tanya, “Bang ini Martabak bangka atau Lebaksiu*?”*(daerah aku menempuh jenjang SMP), dia menjawab tanpa basa-basi, “Lebaksiu!, tapi asli saya Danawarih”, “oo…kataku…, mas namanya Zaki ya??” aku langsung tembak!. Dia terkejut sambil memperhatikanku tanpa berkedip dan tangannya tetap mengolah martabak pesananku. “Ya Ampun kamu Indra ya?” akhirnya dengan tawa pecah dan tangan berlumur terigu dan minyak dia menyalamiku.”Allah SWT ini kuasaMu kau pertemukan aku dengan sahabat SMP ku yang dahulu pergi tanpa pamit dan kini bertemu ditempat yang jaraknya tidak lebih dari 10km. Dunia sempit.

dan yang paling membuat aku terbahak2 sendiri cerita ketiga ku, ini berlangsung kemarin-kemarin dan masih berada dilokasi seputar webblog. Awalnya aku mengomentari sebuah blog . dan dia balas mengomentari blogku. Dan ternyata itu terus berlanjut sampai kepada YM, kita ngalor ngidul membahas apa yang perlu dibahas (sok penting). Walaupun aku dan beliau sangat berbeda dari segi pengetahuan, istilahnya aku ini awam banget deh…eh…selidik punya selidik setelah kita tau identitas masing-masing dan kegiatan sehari-harinya ternyata tidak lain dan tidak bukan beliau adalah tetangga depan rumahku yg jaraknya tidak lebih dari 10m. Subhanallah…

Ditulis dalam Berita, Catatanku | yang berkaitan: , | 9 Komentar »

Istriku Sakit

Ditulis oleh indra1082 di/pada 21,Desember 2007

Mungkin semboyan “Sehat itu Mahal” ada benarnya, tiga hari kemarin (senin, selasa, rabu,) istriku sakit, diawali dengan pusing, badan lemas, dan mual2, awalnya aku menanggapi dengan santai dan sedikit senyuman (jangan2 perutnya berisi) alias aku akan jadi calon bapak, tapi ketika aku periksakan kebidan terdekat hasilnya negatif, mungkin sedang proses, dikarenakan sampai hari ini istriku sudah telat hampir 3minggu. Sebenarnya yang jadi masalah bukan karena istriku hamil atau tidaknya, tapi gara-gara istriku sakit rumahku jadi kurang terurus. Pagi aku sudah harus berangkat bekerja, sore pulang harus pergi lagi karena aku masih bolak-balik ke kampus, disisi lain aku kasihan meninggalkan istriku sendirian, disisi lain aku kesal karena pekerjaan dirumah terbengkalai, tidak punya pembantu pula, saat aku mau mengerjakannya Istriku melarang dan berkata “ga usah mas, besok juga ayang sembuh, besok ayang kerjakan semua” disamping itu juga aku males hihihihihihihi……. sebetulnya tidak masalah buatku untuk mengerjakan semuanya, walaupun dengan sedikit dipaksakan, karena dari dulu aku sudah terbiasa melakukannya, tapi mungkin karena sudah dimanjakan karena adanya istri jadi selalu mengandalkan istri, sehingga pada saat istri sakit aku jadi bingung sendiri, dan tidak semestinya aku pusing, panik, dan kesal karena hal itu, seharusnya aku bisa mendampingi setiap saat dia perlu aku. Dan menjadi pesan untuk para suami-suami yang lain, mendingan bagi yang tidak memiliki pembantu belajar dari sekarang bagaimana cara mengerjakan “PR”, jadi disaat istri absen, kita bisa selesaikan semuanya… Jangan cuma ngerjai “PR” yang cuma bisa dikerjain berdua saja bro. Kasihan istri kalau lagi sakit. Istri sakit mungkin karena cape, cape karena ngurusin kita juga… jadi buat para suami sayangi istri masing-masing (jangan istri orang ya).

mudah-mudahan M lagi baca blog gue….

Ditulis dalam Catatanku, Curhat | yang berkaitan: , | 6 Komentar »

Perda Al Qur’an di Sekolah Akan Diberlakukan di Sulsel

Ditulis oleh indra1082 di/pada 21,Oktober 2007

Gunawan Mashar - detikcom

Makassar - Pendidikan baca Al Qur’an akan menjadi salah satu mata pelajaran di sekolah-sekolah formal di Sulsel. Pasalnya, kini DPRD Sulsel telah menyetujui pemberlakuan Perda ini pada rapat Paripuna DPRD Sulsel yang digelar Selasa 18 April.

Dengan pemberlakuan ini, berarti tiap sekolah di Sulsel wajib memasukkan pendidikan Al Qur’an dalam mata pelajaran muatan lokal.

“Kecuali sekolah yang didominasi oleh siswa yang tidak beragama Islam. Namun, siswa Islam yang sekolah di sekolah dominan non Islam, musti mengikuti pendidikan Al Qur’an lewat jalur informal,” tutur Anas Genda, anggota Pansus Ranperda Pendidikan Al Qur’an, DPRD Sulsel ketika ditemui detikcom di Gedung DPRD Sulsel, Jl Urip Sumohardjo, Rabu (19/04/2006).

Dalam Perda ini, diatur 3 jalur Pendidikan Al Qur’an yang diajarkan kepada siswa.

Jalur pertama adalah lewat pendidikan formal. “Setiap sekolah yang dominan Islam, wajib mengajarkan pendidikan Al Qur’an,” ucap Anas.

Jalur kedua yakni melalui pendidkan informal, yaitu pengajaran mengaji di rumah. “Informal ini melalui orangtua. Misalnya ia mengajar anaknya mengaji. Tapi ini berlaku bagi anak yang sekolah di sekolah yang banyak muridnya beragama non Islam,” terang Anas.

Jalur ketiga yakni jalur nonformal. Jalur ini berupa Tempat Pendidikan Al Qur’an (TPA) dan sejenisnya. Khusus jalur informal dan nonformal pemberlakukannya lebih lanjut akan diatur dalam peraturan gubernur.

Peserta Didik Bersertifikat

Dengan adanya Perda ini, setiap siswa yang telah lulus mata pelajaran ini akan diberi sertifikat. “Nah pemberian sertifikat untuk jalur informal dan nonformal yang akan diatur lebih detail oleh peraturan gubernur agar sertifikatnya tidak asal kasih. Juga agar tenaga pengajarnya tidak sembarangan lebih lanjut akan ditentukan bagaimana kualifikasinya,” beber Anas.

“Pada jalur informal, akan ditentukan syaratnya sehingga si anak yang diajar secara informal ini layak mendapat sertifikat,” kata Anas, yang juga wakil ketua Komisi E DPRD Sulsel.(nrl)

Sudah seharusnya Peranan Pemerintah untuk mempersiapkan Generasi Bangsa yang cerdas tangguh berakhlak Qur’ani dan siap menghadapi zaman….

Jika generasi akan datang rusak, memble, susah diajak/tidak mau memberantas Kemaksiatan malahan jadi Aktor maksiat jadi koruptor jadi maling jadi pemerkosa & jadi jadian….
Jangan menyalahkan Medianya yg begini.. pornografi..majalah Playboy…Playgirl..PlayGame..PlayPlay?????

Tapi kenapa tidak dipersiapkan sejak dini ?

Yaitu Generasi yg cerdas berakhlak tangguh dan siap menghadapi perubahan zaman dan bahkan mampu merubah zaman …..(insya Allah…)
Kata Prof.Quraish Shihab yg suka baca qur’an dan menghapal qur’an insya Allah daya Ingatnya tinggi gak bakalan PIKUN….itung-itung nambahin IQ…

PEMDA mana lagi yg nyusul ???

Ditulis dalam Arsip, Baca ini, Berita, Catatanku, Muslim, Opini, Renungan | yang berkaitan: , , , , , , | 1 Komentar »

KISAH YU TIMAH

Ditulis oleh indra1082 di/pada 20,Oktober 2007

Kisah yang dituturkan oleh Bpk. Ahmad Tohari yang dimuat dikolom resonansi republika hari Senin, 18 Desember 2006, nyata-nyata telah membuat kita malu dimata Alloh akan rezekinya yang telah kita terima selama ini.

Ini kisah tentang Yu Timah. Siapakah dia? Yu Timah adalah tetangga kami. Dia salah seorang penerima program Subsidi Langsung Tunai (SLT) yang kini sudah berakhir. Empat kali menerima SLT selama satu tahun jumlah uang yang diterima Yu Timah dari pemerintah sebesar Rp 1,2 juta. Yu Timah adalah penerima SLT yang sebenarnya. Maka rumahnya berlantai tanah, berdinding anyaman bambu, tak punya sumur sendiri. Bahkan status tanah yang di tempati gubuk Yu Timah adalah bukan milik sendiri.

Usia Yu Timah sekitar lima puluhan, berbadan kurus dan tidak menikah. Barangkali karena kondisi tubuhnya yang kurus, sangat miskin, ditambah yatim sejak kecil, maka Yu Timah tidak menarik lelaki manapun. Jadilah Yu Timah perawan tua hingga kini. Dia sebatang kara. Dulu setelah remaja Yu Timah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta. Namun, seiring usianya yang terus meningkat, tenaga Yu Timah tidak laku di pasaran pembantu rumah tangga. Dia kembali ke kampung kami. Para tetangga bergotong royong membuatkan gubuk buat Yu Timah bersama emaknya yang sudah sangat renta. Gubuk itu didirikan di atas tanah tetangga yang bersedia menampung anak dan emak yang sangat miskin itu.

Meski hidupnya sangat miskin, Yu Timah ingin mandiri. Maka ia berjualan nasi bungkus. Pembeli tetapnya adalah para santri yang sedang mondok di pesantren kampung kami. Tentu hasilnya tak seberapa. Tapi Yu Timah bertahan. Dan nyatanya dia bisa hidup bertahun-tahun bersama emaknya. Setelah emaknya meninggal Yu Timah mengasuh seorang kemenakan. Dia biayai anak itu hingga tamat SD. Tapi ini zaman apa. Anak itu harus cari makan. Maka dia tersedot arus perdagangan pembantu rumah tangga dan lagi-lagi terdampar di Jakarta. Sudah empat tahun terakhir ini Yu Timah kembali hidup sebatang kara dan mencukupi kebutuhan hidupnya dengan berjualan nasi bungkus. Untung di kampung kami ada pesantren kecil. Para santrinya adalah anak-anak petani yang biasa makan nasi seperti yang dijual Yu Timah.

Kemarin Yu Timah datang ke rumah saya. Saya sudah mengira pasti dia mau bicara soal tabungan. Inilah hebatnya. Semiskin itu Yu Timah masih bisa menabung di bank perkreditan rakyat syariah di mana saya ikut jadi pengurus. Tapi Yu Timah tidak pernah mau datang ke kantor. Katanya, malu sebab dia orang miskin dan buta huruf. Dia menabung Rp 5.000 atau Rp 10 ribu setiap bulan. Namun setelah menjadi penerima SLT Yu Timah bisa setor tabungan hingga Rp 250 ribu. Dan sejak itu saya melihat Yu Timah memakai cincin emas. Yah, emas. Untuk orang seperti Yu Timah, setitik emas di jari adalah persoalan mengangkat harga diri. Saldo terakhir Yu Timah adalah Rp 650 ribu.

Yu Timah biasa duduk menjauh bila berhadapan dengan saya. Malah maunya bersimpuh di lantai, namun selalu saya cegah.

”Pak, saya mau mengambil tabungan,” kata Yu Timah dengan suaranya yang kecil.

”O, tentu bisa. Tapi ini hari Sabtu dan sudah sore. Bank kita sudah tutup. Bagaimana bila Senin?”

”Senin juga tidak apa-apa. Saya tidak tergesa.”

”Mau ambil berapa?” tanya saya.

”Enam ratus ribu, Pak.”

”Kok banyak sekali. Untuk apa, Yu?” Yu Timah tidak segera menjawab. Menunduk, sambil tersenyum malu-malu.

”Saya mau beli kambing kurban, Pak. Kalau enam ratus ribu saya tambahi dengan uang saya yang di tangan, cukup untuk beli satu kambing.”

Saya tahu Yu Timah amat menunggu tanggapan saya. Bahkan dia mengulangi kata-katanya karena saya masih diam. Karena lama tidak memberikan tanggapan, mungkin Yu Timah mengira saya tidak akan memberikan uang tabungannya. Padahal saya lama terdiam karena sangat terkesan oleh keinginan Yu Timah membeli kambing kurban.

”Iya, Yu. Senin besok uang Yu Timah akan diberikan sebesar enam ratus ribu. Tapi Yu, sebenarnya kamu tidak wajib berkurban. Yu Timah bahkan wajib menerima kurban dari saudara-saudara kita yang lebih berada. Jadi, apakah niat Yu Timah benar-benar sudah bulat hendak membeli kambing kurban?”

”Iya Pak. Saya sudah bulat. Saya benar-benar ingin berkurban. Selama ini memang saya hanya jadi penerima. Namun sekarang saya ingin jadi pemberi daging kurban.”

”Baik, Yu. Besok uang kamu akan saya ambilkan di bank kita.

”Wajah Yu Timah benderang. Senyumnya ceria. Matanya berbinar. Lalu minta diri, dan dengan langkah-langkah panjang Yu Timah pulang.

Setelah Yu Timah pergi, saya termangu sendiri. Kapankah Yu Timah mendengar, mengerti, menghayati, lalu menginternalisasi ajaran kurban yang ditinggalkan oleh Kanjeng Nabi Ibrahim? Mengapa orang yang sangat awam itu bisa punya keikhlasan demikian tinggi sehingga rela mengurbankan hampir seluruh hartanya? Pertanyaan ini muncul karena umumnya ibadah haji yang biayanya mahal itu tidak mengubah watak orangnya. Mungkin saya juga begitu. Ah, Yu Timah, saya jadi malu. Kamu yang belum naik haji, atau tidak akan pernah naik haji, namun kamu sudah jadi orang yang suka berkurban. Kamu sangat miskin, tapi uangmu tidak kaubelikan makanan, televisi, atau pakaian yang bagus. Uangmu malah kamu belikan kambing kurban. Ya, Yu Timah. Meski saya dilarang dokter makan daging kambing, tapi kali ini akan saya langgar. Saya ingin menikmati daging kambingmu yang sepertinya sudah berbau surga. Mudah-mudahan kamu mabrur sebelum kamu naik haji.

Ditulis dalam Arsip, Baca ini, Berita, Catatanku, Curhat, Kisah, Muslim | yang berkaitan: , , , , , , , | 3 Komentar »