m2s blog

Aku Adalah Aku dan Akan Tetap Menjadi AKu

Bila teman jadi atasan

Ditulis oleh indra1082 di/pada 10,Juni 2008

Amir duduk termenung mengingat-ingat kembali kejadian yang kemarin menimpanya, dia pun tak habis pikir atas kejadian itu, dalam benaknya selalu terngiang pertanyaan, “Kok dia jadi seperti itu ya ?” dan gumaman itu yang terdengar oleh ku saat kudekati dia dan duduk dikursi didepannya. “Kenapa mir ?” tanyaku, “tidak” jawabnya singkat, “aku cuma heran dan terkejut, kenapa ya dia bisa berubah secepat itu ?” lanjutnya. “Siapa?, Rina?” tayaku. Dia hanya mengangguk perlahan. “Cerita lah” tegasku.

Dia pun menceritakan perihal kejadian yang dialaminya. Dia mempunyai teman perempuan, namanya Rina dan itu sepengetahuanku. Mereka bekerja dalam satu divisi yang sama, setahuku Rina dekat sekali dengan Amir walaupun pangkat mereka beda satu tingkat saja, lebih tinggi Rina dibanding Amir dan itu dikarenakan Rina lebih lama bekerja dari pada Amir, tapi itu tidak membuat keakraban dan kedekatan mereka terganggu walaupun mereka hanya sebatas (TTMTK) teman tepi mesra tanpa komitmen, tetapi mereka terlihat klop dan mesra tiap saat. Dari nonton bareng, makan bareng, sampai pulang dan berangkat kerja bareng. yang belum cuma bobo bareng.

Sudah sebulan ini Rina diangkat menjadi kepala bagian didivisinya, perbedaan mulai dirasakan oleh Amir, yang dulu mereka selalu kemana-mana bersama sekarang terlihat jarang, dikarenakan Rina terlihat lebih sibuk dari biasanya, mungkin itu bisa Amir maklumi, tapi sikap menjaga imej dan terkesan ingin lebih dihormati yang membuat Amir berpendapat bahwa Rina mengalami perubahan seiring kenaikan jabatannya. Susah diajak pulang dan berangkat bersama, apa lagi nonton dan makan-makan, dalam kesehariannya pun mereka jarang terlihat komunikasi seperti dulu. “kamu tau kan seberapa dekat dan ramahnya Rina dengan ku?” tanyanya, aku hanya mengangguk, “tapi sekarang, jangan kan aku ajak pergi, setiap berpapasan pun dia hanya tersenyum dan itu pun seolah-olah aku benar-benar bawahannya, walaupun memang saat ini pangkatku lebih rendah darinya, dan yang paling bikin aku remuk, cara bicara dia padaku seolah-olah aku ini seorang OB atau pesuruh yang bisa seenaknya dia perintah-perintah tanpa memandang aku ini siapa. Dan puncaknya kemarin ketika aku disuruh BIG BOS pergi kekantor cabang tapi aku disuruh pinjam mobil Rina dia dengan enteng berkata : “kalau pulangnya kesorean mendingan kamu antar mobil kerumah ya, tapi jangan lupa harus dalam keadaan bersih !” Amir mulai ber api-api. akupun menepuk2 bahunya dengan tujuan agar dia lebih tenang. “sabar bro, diakan cuma teman mu bukan calon istrimu”, lanjutku. “justru karena dia teman ku, teman dekatku” jelasnya. Apakah pangkat bisa secepat itu merubah sifat seorang teman?

Aku hanya bisa menarik nafas dan mengangkat bahu…

Ditulis dalam Cerita, Renungan | yang berkaitan: , | 64 Komentar »

Intermezo VIII

Ditulis oleh indra1082 di/pada 30,Mei 2008

Menurut salah satu orang bijak dunia A. BHUANAPRALAYA ada jenis hadiah terbaik yaitu:

Hadiah Terbaik Untuk:

Teman Anda - Setia kawan

Musuh Anda - Maaf

Atasan Anda - Jasa

Seorang Anak - Teladan yang baik

Orang tua Anda - Rasa terima kasih dan bakti

Pasangan anda - Cinta dan kesetiaan

Ditulis dalam Intermezo, Renungan | yang berkaitan: , , | 64 Komentar »

Renunglah !

Ditulis oleh indra1082 di/pada 15,April 2008

Renunglah selalu perjalanan hati

Renunglah selalu hati kita

Karena ia merupakan sumber kebaikan dan kejahatan

Wadah kekhufuran dan keimanan

Rebutan diantara Malaikat dan Syetan

Hati perasaannya halus

Sentuhannya tidak terasa

Tapi sangat memberi kesan didalam kehidupan kita

Siapa yang arif perjalanan hatinya

Paham kebaikan dan kejahatannya

Bersungguh bermujahadah membuang kejahatannya

Diganti segera dengan kebaikan

Orang itu akan selamat dari tipu daya Syetan dan dunia

Ramai orang tidak paham perjalanan hatinya sekalipun ulama

Terima saja yang baik dan buruknya

Kemudian merasakan baik semuanya tiada terasa lagi membuat dosa

Disinilah perlu pimpinan

Guru yang mengenal hati manusia

ctt: dari buku “Mengenal diri” karya  “Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad Attamimi”

Ditulis dalam Catatanku, Muslim, Renungan | yang berkaitan: , , | 25 Komentar »

TITIK !

Ditulis oleh indra1082 di/pada 25,Maret 2008

LELAH…….

JENUH…….

BOSAN…….

PENAT…….

NGANTUK…….

MALAS…….

PEGAL…….

LEMAS…….

BINGUNG…….

PUSING…….

SAKIT…….

GUNDAH…….

RESAH…….

AAAAHHHHHHHH……….

Ditulis dalam Kisah, Renungan | yang berkaitan: | 50 Komentar »

Tuntunan (intermezo) Bertaubat

Ditulis oleh indra1082 di/pada 1,Februari 2008

Dari anda untuk anda dan semuanya

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al Baqarah: 222).

“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan)dosa(nya).” (QS. Al Furqaan: 68-70.).

“Katakanlah: “Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)

“Jika kalian melakukan kesalahan-kesalahan (dosa) hingga kesalahan kalian itu sampai ke langit, kemudian kalian bertaubat, niscaya Allah SWT akan memberikan taubat kepada kalian.” (Hadist diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abi Hurairah, dan ia menghukumkannya sebagai hadits hasan dalam kitab sahih Jami’ Shagir - 5235)

“(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang bernyala-nyala, ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka kedalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak -bapak mereka, dan istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari(pembalasan?)kejahatan pada hari itu maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar.” (QS.Ghaafir: 7-9).

“Tidakkah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hambaNya dan menerima zakat, dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang? .” (QS. At-Taubah: 104)

“Dan Dialah Yang menerima taubat dari hamba-hambaNya dan memaafkan kesalahan-kesalahan.” (QS. Asy-Syuuraa: 25)

Dan dalam menyipati Dzat Allah SWT: “Yang mengampuni dosa dan menerima taubat.” (QS. Ghaafir: 3)

“Maka barangsiapa yang bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu, dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Maaidah: 39)

“Tuhanmu telah menetapkan atas diriNya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barangsiapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya, dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al An’aam: 54)

“Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) bagi orang-orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertaubat setelah itu, dan memperbaiki ( dirinya) sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl: 119)

“Maka bertaubatlah kepada Tuhan Yang menjadikan kamu, dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu, pada sisi Tuhan Yang menjadikan kamu, maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah yang Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang .” (QS. Al Baqarah: 54)

“Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohon ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nisa: 64)

“Dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkaulah yang Maha penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Baqarah: 128).

Ditulis dalam Belajar, Muslim, Renungan | yang berkaitan: , , | 5 Komentar »

Intermezo II

Ditulis oleh indra1082 di/pada 20,Nopember 2007

- Jika anda melakukan setiap hal dengan benar, dengan cara yang benar, anda akan memperoleh  segala hal yang benar-benar anda inginkan.

-Jika Anda ingin menjadi guru keberhasilan dalam hidup, jadilah murid pencapaian prestasi terlebih dahulu. Sukses yang sejati memerlukan tahapan yang benar.

-Anda memiliki kemampuan, saat ini juga, untuk melampaui semua tingkat-tingkat prestasi Anda sebelumnya. Masalahnya : kapan Anda akan menggunakannya?

(BRIAN TRACY)

Ditulis dalam Opini, Renungan | yang berkaitan: , | 5 Komentar »

Intermezo

Ditulis oleh indra1082 di/pada 15,Nopember 2007

-         Membacalah! Sebab membaca itu pancuran kebijaksanaan. (Rahasia Hidup Bahagia, Anonim)

-         Orang bijak belajar dari kesalahan orang lain, sementara orang bodoh belajar dari kesalahan mereka sendiri. (H.G.Bohn)

-         Orang yang terlalu banyak memilik segala sesuatu, sering tidak bisa lagi menghargai apa yang dimilikinya. (Samuel Johnson)

-         Setiap orang adalah arsitek dari keberuntungannya sendiri. (Appius Claudius)

-         Menunda keadilan sama saja dengan berbuat tidakhadil (Walter Savage Landor)

-         Kegigihan tanpa kesabaran adalah tidak mungkin (Og Mandino)

-         Kesabaran adalah simpul yang mengeratkan ikatan kemenangan. (Peribahasa Cina)

Ditulis dalam Tidak terkategori | yang berkaitan: , | 3 Komentar »

Sabar ?

Ditulis oleh indra1082 di/pada 10,Nopember 2007

Sabar!!….Sabar!!….Sabar!!…

Apa sih sabar??? Kenapa kita musti sabar?, sampai kapan kita harus sabar, Bukankah sabar ada batasnya? Apa dengan sabar masalah bisa selesai, Lalu harus bagaimana, aku ingin masalah ini selesai… aku sudah tidak tahan… aku ingin tenang….
Ingin tenang?… Sabar…

Lagi – lagi sabar!!! Kenapa???, sampai kapan???, sampai dunia ini runtuh??? Gelap…..Pekat…..Penat…. Otakku beku…… Siapa yang tau harus apakah aku? Harus bagaimana aku? Apa yang harus aku lakukan? Aku bingung…aku linglung….aku tak berdaya……siapa yang akan menolongku dari semua ini…..

Sabar…Teman dekatmu akan menolong mu….

Teman??? Siapa temanku yg akan menolongku??? Mereka punya urusan dan masalah masing2….. merekapun tak tau dengan hidup mereka sendiri…bagaimana dengan kehidupanku??? Aku tak tau arah…. Kemana……kemana…..kemana………dan bagaimana…….Kepada Siapa???????!!!!!

Sabar…Tuhanmulah yang akan menolong mu….

Sabar?? Apakah benar dengan sabar??

Ya Allah…. Haruskah aku bersabar….

Apakah dengan sabar……

Apakah Engkau akan menolongku karena aku sabar???

 

Ya Allah….

Astaghfirullahal’adzim…..

Alladzila’ilahaillahuwalhayyulqayum wa’atubuilaik….

Lahaula walakuwwata illabillahil ‘aliyil adzim….

Maafkan aku Ya Allah..atas ketidaksabaranku…

 

Opick - Rapuh 

detik waktu terus berjalan
berhias gelap dan terang
suka dan duka tangis dan tawa
tergores bagai lukisan

seribu mimpi berjuta sepi
hadir bagai teman sejati
di antara lelahnya jiwa
dalam resah dan air mata
kupersembahkan kepadaMu
yang terindah dalam hidup

meski ku rapuh dalam langkah
kadang tak setia kepadaMu
namun cinta dalam jiwa
hanyalah padaMu

maafkanlah bila hati
tak sempurna mencintaiMu
dalam dadaku harap hanya
diriMu yang bertahta

detik waktu terus berlalu
semua berakhir padaMu

 

 

 

Ditulis dalam Aku, Curhat, Renungan | yang berkaitan: , , | 10 Komentar »

Genggamlah Gundah dengan Senyum

Ditulis oleh indra1082 di/pada 26,Oktober 2007

Subuh tadi saya melewati sebuah rumah, 50 meter dari rumah saya dan
melihat seorang isteri mengantar suaminya sampai pagar depan
rumah. “Yah, beras sudah habis loh…” ujar isterinya. Suaminya hanya
tersenyum dan bersiap melangkah, namun langkahnya terhenti oleh
panggilan anaknya dari dalam rumah, “Ayah…, besok Agus harus bayar
uang praktek”.
“Iya…” jawab sang Ayah. Getir terdengar di telinga saya, apalah
lagi bagi lelaki itu, saya bisa menduga langkahnya semakin berat.
Ngomong-ngomong, saya jadi ingat pesan anak saya semalam, “besok
beliin lengkeng ya” dan saya hanya menjawabnya dengan “Insya Allah”
sambil berharap anak saya tak kecewa jika malam nanti tangan ini tak
berjinjing buah kesukaannya itu.
Di kantor, seorang teman menerima SMS nyasar, “jangan lupa, pulang
beliin susu Nadia ya”. Kontan saja SMS itu membuat teman saya bingung
dan sedikit berkelakar, “ini, anak siapa minta susunya ke siapa”.
Saya pun sempat berpikir, mungkin jika SMS itu benar-benar sampai ke
nomor sang Ayah, tambah satu gundah lagi yang bersemayam. Kalau
tersedia cukup uang di kantong, tidaklah masalah. Bagaimana jika
sebaliknya?
Banyak para Ayah setiap pagi membawa serta gundah mereka, mengiringi
setiap langkah hingga ke kantor. Keluhan isteri semalam tentang uang
belanja yang sudah habis, bayaran sekolah anak yang tertunggak sejak
bulan lalu, susu si kecil yang tersisa di sendok terakhir, bayar
tagihan listrik, hutang di warung tetangga yang mulai sering
mengganggu tidur, dan segunung gundah lain yang kerap membuatnya
terlamun.
Tidak sedikit Ayah yang tangguh yang ingin membuat isterinya
tersenyum, meyakinkan anak-anaknya tenang dengan satu kalimat, “Iya,
nanti semua Ayah bereskan” meski dadanya bergemuruh kencang dan
otaknya berputar mencari jalan untuk janjinya membereskan semua
gundah yang ia genggam.
Maka sejarah pun berlangsung, banyak para Ayah yang berakhir di tali
gantungan tak kuat menahan beban ekonomi yang semakin menjerat cekat
lehernya. Baginya, tali gantungan tak bedanya dengan jeratan hutang
dan rengekan keluarga yang tak pernah bisa ia sanggupi. Sama-sama
menjerat, bedanya, tali gantungan menjerat lebih cepat dan tidak
perlahan-lahan.
Tidak sedikit para Ayah yang membiarkan tangannya berlumuran darah
sambil menggenggam sebilah pisau mengorbankan hak orang lain demi
menuntaskan gundahnya. Walau akhirnya ia pun harus berakhir di dalam
penjara. Yang pasti, tak henti tangis bayi di rumahnya, karena susu
yang dijanjikan sang Ayah tak pernah terbeli.
Tak jarang para Ayah yang terpaksa menggadaikan keimanannya, menipu
rekan sekantor, mendustai atasan dengan memanipulasi angka-angka,
atau berbuat curang di balik meja teman sekerja. Isteri dan anak-
anaknya tak pernah tahu dan tak pernah bertanya dari mana uang yang
didapat sang Ayah. Halalkah? Karena yang penting teredam sudah gundah
hari itu.
Teramat banyak para isteri dan anak-anak yang setia menunggu
kepulangan Ayahnya, hingga larut yang ditunggu tak juga kembali.
Sementara jauh disana, lelaki yang isteri dan anak-anaknya setia
menunggu itu telah babak belur tak berkutik, hancur meregang nyawa,
menahan sisa-sisa nafas terakhir setelah dihajar massa yang geram
oleh aksi pencopetan yang dilakukannya. Sekali lagi, ada yang rela
menanggung resiko ini demi segenggam gundah yang mesti ia tuntaskan.
Sungguh, diantara sekian banyak Ayah itu, saya teramat salut dengan
sebagian Ayah lain yang tetap sabar menggenggam gundahnya, membawanya
kembali ke rumah, menyertakannya dalam mimpi, mengadukannya dalam
setiap sujud panjangnya di pertengahan malam, hingga membawanya
kembali bersama pagi. Berharap ada rezeki yang Allah berikan hari
itu, agar tuntas satu persatu gundah yang masih ia genggam. Ayah yang
ini, masih percaya bahwa Allah takkan membiarkan hamba-Nya berada
dalam kekufuran akibat gundah-gundah yang tak pernah usai.
Para Ayah ini, yang akan menyelesaikan semua gundahnya tanpa harus
menciptakan gundah baru bagi keluarganya. Karena ia takkan
menuntaskan gundahnya dengan tali gantungan, atau dengan tangan
berlumur darah, atau berakhir di balik jeruji pengap, atau bahkan
membiarkan seseorang tak dikenal membawa kabar buruk tentang dirinya
yang hangus dibakar massa setelah tertangkap basah mencopet.
Dan saya, sebagai Ayah, akan tetap menggenggam gundah saya dengan
senyum. Saya yakin, Allah suka terhadap orang-orang yang tersenyum
dan ringan melangkah di balik semua keluh dan gundahnya. Semoga.

kiriman :Emmanuel Thelma (“Emmanuel Thelma” <staff-contract@indotruck-utama.co.id&gt ;)

Ditulis dalam Cerita, Muslim, Renungan | yang berkaitan: , , | 1 Komentar »

Perda Al Qur’an di Sekolah Akan Diberlakukan di Sulsel

Ditulis oleh indra1082 di/pada 21,Oktober 2007

Gunawan Mashar - detikcom

Makassar - Pendidikan baca Al Qur’an akan menjadi salah satu mata pelajaran di sekolah-sekolah formal di Sulsel. Pasalnya, kini DPRD Sulsel telah menyetujui pemberlakuan Perda ini pada rapat Paripuna DPRD Sulsel yang digelar Selasa 18 April.

Dengan pemberlakuan ini, berarti tiap sekolah di Sulsel wajib memasukkan pendidikan Al Qur’an dalam mata pelajaran muatan lokal.

“Kecuali sekolah yang didominasi oleh siswa yang tidak beragama Islam. Namun, siswa Islam yang sekolah di sekolah dominan non Islam, musti mengikuti pendidikan Al Qur’an lewat jalur informal,” tutur Anas Genda, anggota Pansus Ranperda Pendidikan Al Qur’an, DPRD Sulsel ketika ditemui detikcom di Gedung DPRD Sulsel, Jl Urip Sumohardjo, Rabu (19/04/2006).

Dalam Perda ini, diatur 3 jalur Pendidikan Al Qur’an yang diajarkan kepada siswa.

Jalur pertama adalah lewat pendidikan formal. “Setiap sekolah yang dominan Islam, wajib mengajarkan pendidikan Al Qur’an,” ucap Anas.

Jalur kedua yakni melalui pendidkan informal, yaitu pengajaran mengaji di rumah. “Informal ini melalui orangtua. Misalnya ia mengajar anaknya mengaji. Tapi ini berlaku bagi anak yang sekolah di sekolah yang banyak muridnya beragama non Islam,” terang Anas.

Jalur ketiga yakni jalur nonformal. Jalur ini berupa Tempat Pendidikan Al Qur’an (TPA) dan sejenisnya. Khusus jalur informal dan nonformal pemberlakukannya lebih lanjut akan diatur dalam peraturan gubernur.

Peserta Didik Bersertifikat

Dengan adanya Perda ini, setiap siswa yang telah lulus mata pelajaran ini akan diberi sertifikat. “Nah pemberian sertifikat untuk jalur informal dan nonformal yang akan diatur lebih detail oleh peraturan gubernur agar sertifikatnya tidak asal kasih. Juga agar tenaga pengajarnya tidak sembarangan lebih lanjut akan ditentukan bagaimana kualifikasinya,” beber Anas.

“Pada jalur informal, akan ditentukan syaratnya sehingga si anak yang diajar secara informal ini layak mendapat sertifikat,” kata Anas, yang juga wakil ketua Komisi E DPRD Sulsel.(nrl)

Sudah seharusnya Peranan Pemerintah untuk mempersiapkan Generasi Bangsa yang cerdas tangguh berakhlak Qur’ani dan siap menghadapi zaman….

Jika generasi akan datang rusak, memble, susah diajak/tidak mau memberantas Kemaksiatan malahan jadi Aktor maksiat jadi koruptor jadi maling jadi pemerkosa & jadi jadian….
Jangan menyalahkan Medianya yg begini.. pornografi..majalah Playboy…Playgirl..PlayGame..PlayPlay?????

Tapi kenapa tidak dipersiapkan sejak dini ?

Yaitu Generasi yg cerdas berakhlak tangguh dan siap menghadapi perubahan zaman dan bahkan mampu merubah zaman …..(insya Allah…)
Kata Prof.Quraish Shihab yg suka baca qur’an dan menghapal qur’an insya Allah daya Ingatnya tinggi gak bakalan PIKUN….itung-itung nambahin IQ…

PEMDA mana lagi yg nyusul ???

Ditulis dalam Arsip, Baca ini, Berita, Catatanku, Muslim, Opini, Renungan | yang berkaitan: , , , , , , | 1 Komentar »