Rintik hujan menyapa, kilat lewat seakan2 berkata: “permisi, aku mau lewat”, itu tak menyurutkan niatku untuk melaju dengan kuda besiku. Kulepas standar tegak, KLIK! Greng…. aku menderu, melaju menerobos kawanan gerimis yg menghujam kuat ke bumi, samar2 kulihat didepanku sesosok yg kukenal, sepertinya diapun akan segera melaju dengan kuda besinya…sekilas dia menoleh kearahku dan tersenyum sambil mengayunkan tangannya tanda : “Let’s go…., aku tak tau apa maksudnya, tapi aku mengikuti lajunya dengan semangat dan tanpa menghiraukan sang gerimis yg semakin ramai dan banyak temannya susul menyusul menghujam bumi, perlahan tapi pasti kuda besi didepanku melaju dan akupun mengikuti, ditengah keremangan cahaya tertangkap dimataku lampu sen nya mengarah kekanan tanda dia akan berganti arah, aku tetap mengikuti, tapi dia makin melambat dan mengganti lampu sennya arah kekiri, dan dengan perlahan dia berhenti, akupun berhenti. Kulihat disekelilingku sawah dan tanah lapang, gelap tanpa cahaya, hanya sesekali kilau lampu dari kendaraan yg berada dikejauhan menyinari sambil membuang sedikit derunya ketelingaku. Dia tepikan kuda besinya dan melangkah sambil tersenyum kearahku. wanita itu….. akupun tersenyum, lalu tanpa kuduga dia genggam erat tanganku dan naik kesisi belakang kuda besiku tanpa permisi, aku dipeluk erat tanpa melepas senyumnya, akupun tak tahan membalas pelukannya. dia renggangkan pelukannya dan menatapku dengan tetap tersenyum, dan dia dekatkan wajahnya yang sayu kearahku dan menyatukan bibirnya yg ranum dan lembut kebibirku, dengan lembut dia kulum dg sedikit gigitan kecil, membuatku mendesah dan tanpa sengaja atau memang disengaja aku memejamkan mataku dan balik melakukan apa yg dia lakukan kepadaku……hening…..senyap….gelap…..hanya darah yg berdesir ditubuhku dan seolah2 ada sesuatu yg menderu didadaku mengalahkan deru sebuah truk gandengan yg melaju dengan gigi satu. disaat deru dan desiran ditubuhku belum berakhir dia melepasnya dan menatap ku dan dengan masih tersenyum sayu dia gerakkan bibirnya dan mengucapkan 3 kosa kata yg selalu menjadi andalan seluruh manusia untuk mengungkapkan isi hatinya. akupun tersenyum dengan anggukan kecil, kukecup keningnya lembut…perlahan…tapi pasti…kuturunkan wajahku……..PLEK!….sebuah tangan menyentuh lenganku dan dengan bisikan kecil..: “mas….mamas sayang….bangun… sudah jam 5, mandi sayang…dan sholat subuh. Akupun tersenyum dan membuka mataku sambil beranjak bangun dan melangkah menuruti kata2 istriku untuk membakar semangat menyambut pagi dan hari yang baru.

Iklan