Selamat siang semuanya, mungkin para penikmat dan pembaca blog ini sudah bosan dengan judul ini, tapi saya mohon maaf karena menurut saya ini kisah yang menarik walaupun sudah banyak terjadi, ini kisah nyata teman saya, dan dia berpesan boleh mencatat segala isi cerita, latar/setting, waktu kejadian, tapi hanya nama pemain yang tidak boleh dicantumkan (emang sinetron). Pagi tadi M bercerita padaku lewat hp, dan inilah kisahnya ….

Kring…..telepon berdering….

M: Pagi sayang…sedang apa, sudah sarapan belum?

D: Lagi nonton TV, mas maaf semalam aku ngga bisa datang, mas tau kan hujan dari sore aku bingung mas, mau telepon atau sms mas ke HP takut mas sudah pulang, nanti yang baca istrinya gimana?

M: iya sayangku…mas ngerti, ngga apa2 kok, memang sih agak kecewa juga, mas bela-belain hujan2an malah ga ada orang yang ditunggu. terus selanjutnya bagaimana? rencana jalannya masih bisa dilanjut?

D: Aku bisa hari ini, kalau hari2 besok aku banyak keperluan, mas bisa?

M: wah kebetulan sekali kalau hari ini mas ga bisa, soalnya……maaf  N kayaknya mau ikut nge-band hari ini, sebenarnya sih aku ingin sekali ketemu sama kamu.

D: *diam*

M: sayang kok diam,marah ya, maafin mas ya….please jangan marah, tolong mengerti…

D: Aku sudah cukup mengerti mas! tiap mas pergi sama N istri mas itu, aku melihat! mas bisa bayangkan bagaimana sakitnya aku! tapi giliran aku dekat sama cowok mas yang senewen. dan aku mengalah untuk mas! karena aku sayang mas. Tapi mas?!

M: sayang, mas tidak bermaksud menyakiti kamu, memang hari ini N dibutuhkan dalam acara itu, mas tidak sengaja mengajak dia..

D: Cukup mas!, klik! D menutup teleponnya…..dan tidak lama kemudian M menerima sms

“mas, apa sebaiknya aku jauhi atau melupakan mas saja? dari pada harus begini terus, aku sakit mas, dan akupun tidak tega menyakiti N, tiap hari aku selalu dihinggapi perasaan bersalah, lebih baik kita sudahi saja semuanya mas, walaupun berat, tapi……..”

dan M membalas…

“Kamu yakin? apakah sudah kau fikirkan baik2, memang mas tidak bisa melarang dan menahan kamu, mas tidak berhak, semua keputusan ada ditangan mu, mas sedih, sesak, tapi tidak bisa menahan, mas cuma bisa menunggu jawabanmu sebelum mas pulang kerja.”

satu yang mas minta coba dengarkan lagu gigi ini

lalu M pun berlalu sambil tak lupa mengambil gitar nya, samar2 terdengar lah bakat pribadinya memainkan gitar dengan diiringi suara sumbangnya mengalunkan sebuah lagu yang mewakili suasana hatinya