Mungkin semboyan “Sehat itu Mahal” ada benarnya, tiga hari kemarin (senin, selasa, rabu,) istriku sakit, diawali dengan pusing, badan lemas, dan mual2, awalnya aku menanggapi dengan santai dan sedikit senyuman (jangan2 perutnya berisi) alias aku akan jadi calon bapak, tapi ketika aku periksakan kebidan terdekat hasilnya negatif, mungkin sedang proses, dikarenakan sampai hari ini istriku sudah telat hampir 3minggu. Sebenarnya yang jadi masalah bukan karena istriku hamil atau tidaknya, tapi gara-gara istriku sakit rumahku jadi kurang terurus. Pagi aku sudah harus berangkat bekerja, sore pulang harus pergi lagi karena aku masih bolak-balik ke kampus, disisi lain aku kasihan meninggalkan istriku sendirian, disisi lain aku kesal karena pekerjaan dirumah terbengkalai, tidak punya pembantu pula, saat aku mau mengerjakannya Istriku melarang dan berkata “ga usah mas, besok juga ayang sembuh, besok ayang kerjakan semua” disamping itu juga aku males hihihihihihihi……. sebetulnya tidak masalah buatku untuk mengerjakan semuanya, walaupun dengan sedikit dipaksakan, karena dari dulu aku sudah terbiasa melakukannya, tapi mungkin karena sudah dimanjakan karena adanya istri jadi selalu mengandalkan istri, sehingga pada saat istri sakit aku jadi bingung sendiri, dan tidak semestinya aku pusing, panik, dan kesal karena hal itu, seharusnya aku bisa mendampingi setiap saat dia perlu aku. Dan menjadi pesan untuk para suami-suami yang lain, mendingan bagi yang tidak memiliki pembantu belajar dari sekarang bagaimana cara mengerjakan “PR”, jadi disaat istri absen, kita bisa selesaikan semuanya… Jangan cuma ngerjai “PR” yang cuma bisa dikerjain berdua saja bro. Kasihan istri kalau lagi sakit. Istri sakit mungkin karena cape, cape karena ngurusin kita juga… jadi buat para suami sayangi istri masing-masing (jangan istri orang ya).

mudah-mudahan M lagi baca blog gue….