Semalam aku bertemu kembali (setelah sekian lama gak ngobrol bareng lagi) dengan M, mungkin sebagian yang nyasar ke blog ini sudah mengetahui siapa itu M. Hanya dengan pembukaan: “Hai ndra, apa kabar Bro”, di langsung menculikku ke sudut sebelah kantin kampus. “Kenapa lagi?” Tanyaku. “Biasa bro… D” jawab dia singkat. “Masih lanjut neh nyempitin blog gue?” tanyaku lagi. “Sorry bro, biar D bisa tau tentang segala gue n sekalian biar blog lo rame hehehe”. songongnya dia. “Gak usah ada lo juga dah rame” singkatku lagi. “ya udah mulai!! :

M :kok ga pernah sms atau telp mas lagi?

D :lah mas sendiri? masa cewek yang mulai? kan sering ketemu disini, lagian ga enak sama orang kantor mas kalau tiap hari, nanti ketahuan.

M :ga ngaruh x….

D :mas, kalau aku dah pergi dari kampus ini apa yang akan mas lakukan?

M : hanya bisa melongo

D :jawab mas, aku tiap hari berfikir apa kita akan masih bisa seperti ini?, sedangkan mas nanti pasti jauh dari aku, sedangkan aku semakin hari semakin sayang mas dan akan sangat berat buat nglupain mas….

M : semakin melongo…

D :dan aku ga bisa membayangkan seandainya nanti aku benar2 harus pergi dari sini dan menjalani hari2 tanpa mas. Mungkin mas bisa tenang karena ada istri mas, sedangkan aku? apa yang harus aku lakukan?

M : menggeleng pelan

D :mas, aku ga mau pisah dari mas, tapi apapun yang terjadi aku harus siap menghadapinya, biarpun aku hancur aku harus siap.

M : sama D mas juga ga akan siap pisah dengan mu, tapi harus dihadapi apapun yang terjadi. tapi ga buru-buru kan?

D :ga tau mas, tergantung kakek ku! tunggu saja tanggal mainnya. tapi mas…… seandaiya benar terjadi perpisahan ini, aku akan selalu ingat mas, rindu mas, merindukan kasih sayang mas, rindu perhatian mas, rindu dimarahin mas kalau aku salah, rindu dipeluk mas, rindu diketekin mas kalau becanda, (M hanya tersenyum miring) . beneran mas aku ga bisa nglupain semuanya, semakin aku mencoba melupakan, semakin aku sulit untuk melepas semua belenggu bayang2 tentang mas.

M : maafin mas D , semua ini salah mas.

D :ga mas, sudah terlanjur, mas ga salah, aku juga salah karena membiarkan perasaan ini terbawa. Tapi satu yang aku harapkan mas, biarpun aku pergi dan kita jauh, jangan pernah lupakan aku! hanya itu

M :Aku janji!

Iklan