Sebenarnya postingan ini akan aku masukkan ke sini, tapi berhubung disitu sepi ya terpaksa aku pasang dihalaman depan, dan menurutku ceritanya pun sudah basi terjadi saat aku masih anak sekolah 1 SMA (Nyanyi Mode ON) dan sebagian besar pasti sudah tahu akan cerita ini. Dan menurutku lagi, cerita ini guyonan kurang mutu, ya… cuma sekedar ingin melemaskan jari-jari tangan aja…

Awalnya dulu aku tidak tahu tentang guyonan ini, seingatku awal ceritanya begini: Waktu itu aku dan temanku sebut saja Surip sedang asyik nongkrong (baca:duduk) berdua di WC dipinggir jalan, rencananya kami sedang menunggu teman yang lain sebut saja Pulan untuk berkunjung kerumahnya, dikarenakan aku dan surip tidak tahu rumah si Pulan maka sepakat kami menunggu pulan dipinggir jalan untuk menjemput kami. Motor aku parkir tak jauh dari tempatku dan Surip duduk. Selang 20 menit Pulan datang dengan motor Honda Win milik bapaknya. Sekonyong-konyok Surip berkata kepadaku: “Si pulan motornya habis menabrak ayam” sambil tersenyum dia melirik si Pulan, Si Pulan yang menjadi obyek pun cuma tersenyum-senyum sedikit masam. Tinggal aku yang kebingungan. Dan dengan penasaran aku bertanya pada si Pulan: “Betul, motor kamu habis menabrak ayam?”, kontan mereka berdua tertawa terbahak-bahak, dan aku pun makin bingung, “ya udah gak usah dibahas, ayo segera kerumahku” kata pulan, diperjalanan menuju rumah pulan kami sempat dibuat terkejut oleh sebuah motor dengan pengendara berseragam coklat yang melaju kencang menyalip dan hampir menyerempet motor ku yang berboncengan dengan surip, seketika sumpah serapah keluar dari mulut surip yang diakhiri dengan kalimat: “Blagu amat sih orang!, motornya habis nabrak ayam jadinya kabur tuh!!”. Aku sebenarnya ikut emosi dan ingin ikut menambahkan sumpah serapah surip, tapi aku kembali dibuat bingung. Kali ini aku hanya diam, takut ditertawakan jika aku menanyakan tentang “menabrak ayam”.

Sesampainya dirumah si Pulan kami pun segera membahas apa yang telah kami rencanakan, ditengah perbincangan kami, tiba – tiba Bapak si pulan datang dari arah luar rumah entah dari mana sambil sedikit beringsut-ingsut kepada si Pulan: “Gimana sih, make motor gak bilang-bilang, gak tahu bapaknya lagi butuh ya”. “Maaf pak, habis terburu-buru jadi gak sempet pamit” jawab pulan, Bapaknya
pun menambahkan “Lain kali bilang ya, tapi gak kenapa-kenapa kan motornya?” tanya sang Bapak. Pulan hanya menggeleng, dan dengan rasa penasaran aku yang menjawab: “Katanya tadi si Pulan habis nabrak ayam pak” kata ku, sontak Pulan dan Surip tertawa terpingkal-pingkal dan membuat ku semakin bingung. Kulihat si Bapak ikut terkekeh-kekeh hanya ekspresi mukanya yang agak berbeda seraya berkata: “Ya maklum, namanya motor boleh dikasih sama kantor, namanya juga Inventaris jadi platnya merah, bukan habis nabrak ayam”kata bapak sambil terus tertawa.

Ooooh.. ternyata bukan motornya yang nabrak ayam , tapi istilah plesetan untuk menyebut Plat Nomer mobil atau motor Pemerintah yang ber-plat warna merah…

Bocah….bocah… Aja..Aja…Ada…Ja ah….

Iklan