“Siapakah orang yang paling berhak untuk saya temani dan saya layani?”, Rasulullah menjawab, “Ibumu”, laki-laki itu bertanya lagi,  “Kemudian siapa lagi?”, Rasulullah menjawab, “Ibumu”, laki-laki itu bertanya lagi,  “Kemudian siapa lagi?”, Rasulullah menjawab, “Ibumu”, laki-laki itu bertanya lagi, “Kemudian siapa lagi?” , Rasulullah menjawab, “ayahmu” (HR Bukhari dan Muslim)

Ternyata begitu tinggi derajat seorang Ibu, sedangkan terkadang diri kita masih selalu melupakan betapa besarnya jasa dan cinta Ibu yang tak kan pernah bisa terbalaskan.

Untuk Bunda Arun, dengan cintamu semoga engkau menjadi Ibu yang bisa menjadi panutan bagi anakmu.

Untuk mama, Selamat Hari Ibu, aku tak bisa membalas jasamu, tapi hatiku selalu mencintaimu.