Aku Adalah Aku dan Akan Tetap Menjadi AKu

Category Archives: Baca ini

Pagi hari ini, bertepatan dengan tanggal akhir masa berlakunya pajak stnk tahunan motor, saya berniat membayar pajak kendaraan bermotor melalui samsat outlet yang berada di lokasi di lantai Basement Mall Pondok Gede II. Berbekal dana yang nge-pas buat bayar pajak 😀 dan izin pagi hari dari kantor saya melaju ke TKP seusai mengantar istri kekantornya. Sesampainya di depan pintu masuk basement saya sedikit kecewa, karena ternyata belum buka 😦 . Untung ada bapak-bapak yang sedang duduk yang ternyata bertujuan sama dengan saya. Baca lebih lanjut

Iklan

Situasinya gak resmi, dalam keadaan bercanda, tapi kata-katanya itu yang bikin gue gondok. Selayaknya seseorang apabila memiliki sebuah komunitas, perkumpulan, atau bahkan suatu genk, maka jika eksistensinya terusik, gue yakin pasti mereka akan marah, sama halnya gue yang masuk dalam komunitas ”Ini”, atau bahkan komunitas blogger gue, atau mercusian gue ada yang menghina bahkan mengatakan Anjing, gue yakin bukan cuma gue yang marah, akan ada beberapa anggota atau bahkan seluruhnya akan merasakan hal yang sama, walaupun kekesalan itu hanya bisa dipendam dalam hati. Baca lebih lanjut


Apa jadinya jika dua hati tidak mau saling mengerti, apa jadinya jika dua jiwa saling menyalahkan, tak ada introspeksi, yang ada hanya pembenaran sepihak, dan tak ada kata saling mengalah.

Jika hati berontak,  logika tak berjalan,  emosi yang bermain, menggolak, menggelegak, bak tsunami setelah gempa.

Perasaan kecewa berkecamuk, rasa menyalahkan berbalik menjadi rasa bersalah yang teramat dalam, tapi keegoisan menerjang, memporak porandakan segala kesadaran dan kesahajaan yang ada, mematikan kebesaran hati, merusak kesabaran diri.

Kedewasaan terlupakan, masa tua tak lagi menjadi ukuran, sadar diri tak lagi punya arti. Hanya ke aku-an yang meradang. memusnahkan segala kebaikan yang telah direncanakan untuk membangun sebuah puing kejayaan.

Apa jadinya?


Hujan tak henti-henti menumpahkan isinya, apa yang aku rasa, Lelah mendera,  tubuh kehabisan sebagian tenaga, mata inipun malas untuk terbuka, tangan enggan untuk bergerak, kaki lelet saat melangkah. Pagi menjelang sudah bisa kutebak apa yang akan kulakukan hari ini, entah dikantor atau dikampus. Dan dapat diprediksi apa yang akan terjadi dimalam hari. Bosan dengan segala aktivitas, jenuh dengan segala kegiatan, kemalasan sudah mencapai titik nadir.

Ingin rasanya menghentikan semuanya agar tubuh ini bisa diam sejenak, atau memang jiwa ini sedang mencapai titik jenuh? Dan semua kegiatan hanya menjadi penghapusan dan menunaikan segala kewajiban, bukan lagi untuk pencapaian tujuan.

Hujan semakin deras, terkadang mereda perlahan tapi rintiknya masih membuat pusing dikepala, memupus segala niat dan semangat yang ada. Tapi kulihat kedepan ada segenggam harapan dan asa disana dan mau tidak mau harus aku gapai. Walaupun dengan semangat yang terkikis aku harus tetap melangkah. Kubangun lagi puing-puing semangat yang hancur diterjang badai kemalasan.

Dengan mata setengah terpejam kulangkahkan kaki tanpa sepatu melewati percikan-percikan air, hanya sandal jepit yang melindungi kakiku. Dengan payung diatas kepala kutinggalkan kuda besi yang biasa menemaniku menuju lembah tempatku mendulang rupiah. Dan seiring hujan mengguyur, kusiram semangat ku yang telah layu karenanya.


  1. Konsentrasi adalah kemampuan untuk memusatkan segenap pikiran dan perhatian kepada satu titik, satu soal, atau tujuan.
  2. Orang-orang yang unggul dan ulung mempunyai kemampuan untuk berkonsentrasi.
  3. Konsentrasi dapat digunakan untuk menanamkan sifat-sifat baik.
  4. Kemampuan berkonsentrasi bisa dikembangkan dengan latihan.
  5. Salah satu cara untuk mempermudah konsentrasi ialah menimbulkan perhatian kepada tujuan konsentrasi.
  6. Kesukaran dalam konsentrasi bisa berupa:
  • kurang pengetahuan
  • gangguan dari luar
  • daya tarik soal lain
  • kelelahan

Pagi hari, saat mataku masih berbau bantal dan kasur, dengan langkah terpaksa aku menuju kantor untuk melaksanakan piket Sabtu, dengan hati gundah sambil memikirkan peristiwa apa yang akan terjadi dikampus nanti sore.

Kubuka PC ku.. seperti biasa, sarapan ku di situs yahoo, mercusian, dan blogblogku. Saat aku membuka wordpress ku dan menarik cursor kebawah… setengah tidak percaya aku melihatnya.

Waw… Yang nengok blogku sudah mencapai 100.500 lebih… sungguh tak terduga, dengan isi blog yang abal-abal dan gak karuan… Thanks A lot buat yang selama ini merelakan diri untuk nyasar di halaman kumuh ini. semoga aku makin semangat nge-blog.

Hidup Blogger….


Pagi hari sebelum berangkat kerja kusempatkan diri untuk menonton berita (aku gak suka sinetron) di televisi, berita pertama masih seputar kasus mutilasi, entah kenapa sekarang menjadi tren orang membunuh dengan cara memotong-motong tubuh korbannya, berita kedua lagi-lagi kebakaran…huh cape liat musibah terus.

Sore hari sepulang dari kantor sambil beristirahat sebelum berangkat kekampus kembali aku merefresh dengan berita televisi, lagi-lagi mutilasi, kebakaran, berita kawin cerai selebriti, demo RUU pornografi, perusakan tempat umum oleh warga, sampai kiai menikahi gadis dibawah umur (Pedofil tuh!!!) dengan dalih mengikuti jejak Rasul Salallahu alaihi wasallam. Preeet…. masa sering gonta ganti istri mengikuti jejak Rasul? Kalau menurut pandanganku, menikah lagi dan lebih dari 2x itu semata-mata karena dorongan dari bawah puser bukan karena menolong lah, jejak rasul lah atau jejak siapa kek. Walaupun menurut hukum Islam sah karena si gadis sudah aqil baligh dan orang tuanya mengijinkan serta tanpa tuntutan dan iming-iming harta, tapi kan banyak mudharatnya, si gadis akan kehilangan masa mudanya, masa cerianya, dan yang pasti pendidikannya. Secara logika dan akal sehat orang tua bener mana yang rela anaknya dinikahkan dengan laki-laki tukang kawin biarpun ustad kalau tanpa pamrih dan iming-iming duit? hare gene dikasih duit gak mau????hehehehe………ya sudahlah.. urusan mereka…

Malam harinya sepulang dari kampus….. anakku nangis… sambil bermain-main sejenak dengan anakku tak lupa ku tonton berita…puihh…. cape deh… gak beda jauh sama yang tadi pagi beritanya… kenapa wajah dunia kini dipenuhi dengan musibah, kriminal, hawa nafsu dan angkara murka? dimana lagi kedamaian, persaingan sehat dan hati nurani. disana sini hanya ada kericuhan ditengah-tengah perseteruan Obama dan Mccain memperebutkan tahta tertinggi penguasa AS. Apa benar kata orang tua dulu bahwa “Kiamat sudah dekat?” merinding jadinya…