Aku Adalah Aku dan Akan Tetap Menjadi AKu

Tag Archives: Menulis

Krrriiiiyyyeeetttt….. Begitulah bunyinya ketika pertama kali kubuka pintu rumah ini :lebay. Begitu banyak debu, sarang laba-laba atau sawang (kata nyokap), bau apek menyenggat menandakan rumah ini hampir tidak pernah tersentuh lagi.

Hm…. benar, ternyata sudah hampir 1 tahun aku tidak pernah berkunjung kesini, tak sowan tetangga kanan kiri, tak lapor rt/rw apalagi lurah. Hanya karena 1 kata yang usang dan absurd “JENUH”.Ā  Sesal dihati tak terbendung lagi šŸ˜¦ .

Baca lebih lanjut


Ibarat sebuah rumah, ketika pertama kali aku kembali kesini maka yang tampak adalah sebuah ruangan yang kusam, dekil, penuh debu dan sarang laba-laba, sepi, menandakan amat sangat lama ditinggalkan oleh penghuninya.

Perlahan lahan aku ambil beberapa alat kebersihan, lalu aku mulai membersihkan ruangan ini sedikit demi sedikit agar terlihat tampak sedikit rapi, lalu aku mulai membereskan perlengkapan dan furniture yang ada, membuang yang usang dan menggantinya dengan yang baru walaupun tidak harus membeli šŸ˜› , setelah semuanya bersih dan rapi akupunĀ  melangkah kesudut ruangan mencoba duduk dikursi dan melihat sekeliling ruangan yang telah selesai dirapikan. Baca lebih lanjut